Like & Share:
- Like & Share : Jika ini dapat bermanfaat bagi orang lain? Klik tombol bagikan dan beri tahu mereka!
- Comment : Berikan komentar, komentar spam dan tidak relevan tidak akan pernah dipublikasikan!
- Klik Iklan : Terima kasih atas partisipasi Anda yang berharga. Keterlibatan Anda sangat kami hargai!
MotorBesar.Com – Motor Besar Mahindra (Jawa, BSA): Klasik Modern yang Bangkit dari Tidur Panjang. Artikel ini akan membedah berbagai model motor besar Mahindra (Jawa, BSA) yang tersedia secara global di atas 250cc. Dengan menyajikan data spesifikasi, segmentasi pasar, serta gaya desain dan teknologi yang digunakan, pembaca MotorBesar.com akan mendapatkan gambaran lengkap seputar kebangkitan dua ikon roda dua klasik ini.
Table of Contents
Artikel Lainnya: Deretan Motor Besar Benelli: Gaya Italia, Performa Global.
Motor Besar Mahindra (Jawa, BSA): Klasik Modern yang Bangkit dari Tidur Panjang
Motor besar dengan nuansa retro semakin digandrungi penggemar roda dua di berbagai penjuru dunia. Di tengah dominasi merek Jepang dan Eropa, Mahindra muncul sebagai pemain yang mengejutkan. Lewat dua lini warisan sejarah—Jawa dan BSA—pabrikan asal India ini berhasil menghidupkan kembali semangat motor klasik dalam format modern. Kombinasi desain jadul dengan teknologi terkini membuat motor besar Mahindra layak dipertimbangkan sebagai alternatif menarik di kelas menengah.
Tidak seperti motor-motor India kebanyakan yang fokus pada segmen commuter, Mahindra memilih jalur berbeda: menghidupkan kembali merek-merek legendaris yang pernah berjaya. Jawa, yang dulunya berasal dari Ceko, dan BSA, raksasa Inggris pada era 50-an hingga 70-an, kini dihidupkan kembali melalui anak perusahaan Mahindra, Classic Legends. Hasilnya adalah deretan motor retro berkapasitas mesin di atas 250cc yang bukan hanya menawan secara visual, tapi juga tangguh dalam performa.
Deretan Motor Besar Mahindra di Atas 250cc
Mahindra melalui Classic Legends telah merilis sejumlah motor besar bermesin 293cc hingga 652cc di berbagai pasar dunia. Di bawah brand Jawa, terdapat model seperti Jawa 300, Jawa Forty Two, Perak, dan 42 Bobber. Sedangkan BSA hadir melalui Gold Star 650, motor roadster klasik yang membawa DNA Inggris yang sangat kental. Semua model ini dirancang untuk pasar retro-modern, dengan fokus pada performa harian dan tampilan klasik.
Mesin yang digunakan oleh motor besar Jawa umumnya adalah satu silinder, berpendingin cair, dan menyajikan tenaga antara 27 hingga 30 horsepower. Sedangkan BSA Gold Star 650 mengusung mesin 652cc dengan tenaga maksimal 45 horsepower. Dengan pilihan transmisi 5 dan 6 percepatan, semua model menawarkan pengalaman berkendara yang memadukan nuansa nostalgia dengan kenyamanan modern.
Jawa lebih difokuskan untuk pasar India dan Asia Tenggara, sementara BSA lebih banyak ditujukan untuk konsumen Eropa dan Inggris. Walau begitu, ekspansi global sedang dijajaki, termasuk kemungkinan masuk ke pasar Indonesia yang gemar motor retro dan custom.
Jawa: Nostalgia yang Dikemas Modern
Brand Jawa bangkit kembali di India pada tahun 2018, dan langsung menyita perhatian pecinta motor klasik. Dengan desain tangki tear-drop, knalpot dual chrome, dan emblem Jawa yang melegenda, motor ini tampil autentik. Jawa 300 dan Forty Two hadir dengan basis mesin 293cc, cocok untuk pengendara harian yang ingin tampil beda.
Yang membuat Jawa menarik adalah kemampuannya mempertahankan tampilan jadul namun tetap mengikuti standar emisi dan performa modern. Suspensi teleskopik depan dan monoshock belakang, rem cakram dengan ABS, serta panel instrumen semi-digital adalah fitur-fitur yang membuatnya kompetitif di segmennya.
Tak hanya itu, Jawa juga menghadirkan versi bobber lewat Jawa Perak dan Jawa 42 Bobber yang dibekali mesin 334cc. Posisi duduk rendah, jok tunggal floating, dan desain minimalis memberikan karakter unik. Cocok bagi rider yang menginginkan tampilan nyentrik namun tetap nyaman.
BSA: Klasik Inggris dalam Gaya Premium
Jika Jawa menyasar pasar menengah ke bawah, BSA Gold Star 650 hadir untuk mengisi celah di segmen premium. BSA adalah ikon sepeda motor Inggris, dan kebangkitannya di bawah Mahindra menuai sambutan hangat. Gold Star 650 tampil dengan gaya roadster klasik yang terinspirasi dari model tahun 1950-an.
Mesin 652cc satu silinder, dengan suara menggelegar dan karakter low-end torque yang kuat, membuatnya ideal untuk touring santai maupun city cruising. Desainnya sangat ikonik: tangki chrome, badge BSA timbul, serta fender besi penuh gaya. Kendaraan ini juga dilengkapi ABS dual-channel dan suspensi buatan Gabriel yang nyaman.
Gold Star menjadi alternatif menarik bagi penggemar Royal Enfield Interceptor 650 atau Triumph Bonneville T100. Bahkan di pasar Eropa, Gold Star sering dianggap sebagai “hidden gem” karena value-nya yang tinggi untuk motor bergaya klasik premium.
Performa dan Teknologi yang Bersahabat
Meski bergaya klasik, motor-motor besar Mahindra tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Mesin injeksi bahan bakar, standar emisi Euro 5, dan sistem pendingin cair menjadi fitur umum di lini produk Jawa dan BSA. Ini memastikan performa tetap optimal, efisiensi bahan bakar tinggi, dan perawatan lebih mudah.
Transmisi 6 percepatan pada Jawa memberikan fleksibilitas lebih, terutama di jalanan menanjak atau saat cruising di jalan tol. Sementara itu, BSA Gold Star hanya memiliki 5 percepatan, tetapi disesuaikan dengan karakter mesin ber-torsi besar yang tidak membutuhkan banyak perpindahan gigi.
Salah satu keunggulan lain adalah ergonomi. Motor-motor ini memiliki tinggi jok yang ramah bagi pengendara Asia, dengan posisi setang dan footpeg yang nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Panel instrumen tetap mempertahankan gaya analog klasik dengan sedikit sentuhan digital, cocok bagi penggemar old-school.
Potensi Pasar dan Ketersediaan Global
Jawa telah sukses besar di pasar India, dan mulai mengekspor ke Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Eropa Timur. BSA, sementara itu, fokus di pasar Inggris dan negara-negara Eropa Barat. Keduanya mulai dikenal di komunitas pecinta motor klasik global, termasuk di Indonesia yang pasar motor custom-nya sangat besar.
Kehadiran dealer resmi, ketersediaan suku cadang, dan komunitas penggemar menjadi faktor penting. Di Indonesia sendiri, belum ada jaringan distribusi resmi, namun beberapa importir umum mulai menawarkan model-model Jawa dan BSA secara terbatas.
Dengan tren motor retro yang terus naik, tidak menutup kemungkinan Mahindra akan merambah lebih luas secara resmi ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Terlebih jika harga dan layanan purna jual dapat bersaing dengan pemain lama seperti Royal Enfield atau Benelli.
Ringkasan, Motor Besar Mahindra (Jawa, BSA): Klasik Modern yang Bangkit dari Tidur Panjang
Motor besar Mahindra (Jawa, BSA) merupakan hasil kombinasi sejarah, desain klasik, dan teknologi modern. Jawa menyasar penggemar motor klasik dengan mesin 293–334cc, sementara BSA Gold Star 650 mengisi segmen premium dengan mesin 652cc. Keduanya menjadi alternatif kuat di pasar global untuk pecinta motor retro. Meski belum sepenuhnya hadir di Indonesia, minat terhadap motor klasik seperti ini membuka peluang besar bagi Mahindra di masa depan.
Sebagai referensi tambahan tentang kebangkitan BSA di bawah Mahindra, Anda bisa membaca artikel lengkap dari MCN (Motorcycle News), salah satu sumber paling terpercaya di dunia roda dua.
FAQ (Frequently Asked Questions) atau Pertanyaan Umum tentang Motor Besar Mahindra
FAQ (Frequently Asked Questions) atau Pertanyaan Umum tentang Motor Besar Mahindra.
1. Apakah Mahindra memproduksi sendiri motor Jawa dan BSA?
Mahindra memproduksi motor Jawa dan BSA melalui anak perusahaan mereka, Classic Legends, yang khusus dibentuk untuk menghidupkan kembali merek motor klasik.
2. Di mana motor besar Jawa dan BSA tersedia secara resmi?
Jawa tersedia resmi di India, beberapa negara Asia Tenggara, dan Eropa Timur. BSA Gold Star tersedia di Inggris dan beberapa negara Eropa Barat.
3. Apakah motor Jawa dan BSA cocok untuk touring jarak jauh?
Ya, terutama BSA Gold Star 650 yang memiliki torsi besar dan posisi duduk nyaman. Beberapa model Jawa seperti Perak dan 42 Bobber juga cukup nyaman untuk perjalanan menengah.
4. Apa keunggulan motor Jawa dibanding pesaing lain di kelas 300cc?
Desain klasik autentik, handling ringan, dan harga kompetitif menjadi keunggulan utama Jawa dibanding kompetitor seperti Royal Enfield Classic 350 atau Honda H’ness CB350.
5. Bagaimana peluang motor besar Mahindra masuk ke Indonesia?
Dengan meningkatnya minat terhadap motor retro dan bobber, peluang motor besar Mahindra masuk ke Indonesia cukup besar, terutama jika ada dukungan jaringan dealer dan layanan purna jual.
Tabel Motor Besar Mahindra
Berikut adalah tabel yang memuat seluruh motor besar Mahindra (termasuk Jawa dan BSA) dengan kapasitas mesin di atas 250cc yang tersedia secara global hingga pertengahan 2025:
| No | Merek | Model | Mesin | Tipe Mesin | Tenaga Maksimum | Transmisi | Kategori | Status Ketersediaan Global |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jawa | Jawa 300 | 293cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 27 hp @ 6.800 rpm | 6-percepatan | Klasik Retro | India, Asia Tenggara |
| 2 | Jawa | Jawa Forty Two | 293cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 27 hp @ 6.800 rpm | 6-percepatan | Klasik Modern | India, Asia Tenggara |
| 3 | Jawa | Jawa 42 Bobber | 334cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 29 hp @ 7.000 rpm | 6-percepatan | Bobber Cruiser | India, ekspor terbatas |
| 4 | Jawa | Jawa Perak | 334cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 30 hp @ 7.500 rpm | 6-percepatan | Bobber Cruiser | India, ekspor terbatas |
| 5 | Jawa | Jawa 350 (Jawa Europe) | 397cc, 2-silinder, 4-tak | Berpendingin udara | ± 27 hp | 5-percepatan | Klasik Retro | Eropa, Timur Tengah |
| 6 | BSA | BSA Gold Star 650 | 652cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 45 hp @ 6.000 rpm | 5-percepatan | Roadster Klasik | Inggris, Eropa, India |
| 7 | BSA | BSA Gold Star 650 Legacy | 652cc, 1-silinder, 4-tak | Berpendingin cair | ± 45 hp @ 6.000 rpm | 5-percepatan | Edisi Khusus Klasik | Inggris, Eropa |
Catatan:
- Jawa adalah merek asal Ceko yang kini dimiliki Mahindra melalui Classic Legends dan difokuskan pada motor retro modern.
- BSA (Birmingham Small Arms) juga dihidupkan kembali oleh Mahindra untuk pasar motor klasik premium, terutama di Eropa dan Inggris.
- Beberapa model seperti Jawa 42 Bobber dan Jawa Perak ditujukan untuk pasar niche bergaya bobber dengan desain low-slung.
- Model BSA Gold Star hadir sebagai pesaing Royal Enfield 650 series di pasar global dengan desain klasik namun fitur modern.
Jika Anda menyukai artikel seperti ini dan ingin tahu lebih banyak soal dunia motor besar, kunjungi terus MotorBesar.com – tempat terbaik untuk eksplorasi dunia roda dua ber-cc besar.








